part 1 of 6

Cuma Dia satu-satunya lelaki yang mampu membuat Ranty ‘NEKAD’ memutuskan tali persahabatannya dengan diriku yang telah terjalin selama 18 tahun lamanya. Kevin yang selama ini jadi pusat segala atensiku, bagaikan kapal kertas melesat terbang menjauh bersama teman karibku, membiru berbulan-bulan, luluh lantak aku bertahan atas konspirasi yang mereka hadiahkan di hari ulang tahunku yang ke-22. Betapa tidak, Antara masa lalu dan masa depan melontarkan diriku terjun bebas dan jatuh terjerembab begitu saja tanpa ada pegangan sedikitpun. Sia-sia lagi Aku terbangun bersama bayangan Kevin yang masih membekas di atas pembaringan ini. Sosok Pria yang selalu menentramkanku dengan senyumannya, mendamaikanku di dalam amukan angkara dan meredamkan gejolakku di dalam dekapan hangatnya. Kini dia Minggat bersama si Pengkhianat.

Sebenarnya Ranty dan Aku sejak dulu tak pernah kekurangan stok laki-laki. Semenjak kami tumbuh sebagai gadis belia, mahluk yang dinamakan ‘Pria’ itu dengan sukarela menjadi penyembah-penyembah Kami, tanpa peduli Kami Muak atau tidak, dengan cara-cara cantiknya masing-masing mereka berupaya untuk mendapatkan perhatian kami, menyuap kami dengan pelbagai kenikmatan, tentu saja membuat kami melayang, wajar bagi Ranty dan Aku untuk tetap sedikit demi sedikit menyisakan remah-remah roti harapan kepada mereka si penjilat agar kami tetap membumbung sambil senantiasa bergelak tawa denga para laki-laki lainnya yang kami anggap berkualitas.Itu memang ’INSTING’kami sebagai Wanita.

Yeah..diantara 5 kawanan betina yang menikmati liburan di penghujung tahun itu, Cuma aku dan Ranty yang mengundang selera para lelaki atletis di ujung sana. Kelima dari mereka fokus dan berusaha untuk Tampil Maskulin saat memperhatikan kami berdua. Namun Kevin Nampak ‘NATURAL’ saat itu. Sikapnya yang cuek tanpa kesan ‘Etalase’ memberi jaminan bagi kami para Wanita untuk segera meng-kategorikan dia kedalam Kategori Pria Idaman ketimbang Pria simpanan. Gayanya yang Klasik menampilkan padanan serasi antara Cardigan hitam dengan Double Breasted Vest silver yang Ia kenakan, terkesan santai dengan celana panjang coklat kotak-kotak selutut dan sepatu sol karet yang tampak nyaman untuk di pijak. Potongan Rambutnya yang sedikit panjang berombak membuat dia kelihatan lebih muda dari kawanannya. Wajah persegi, hidung mancung berhias mata sejernih batu ruby dengan sorotnya yang tajam bagai pemburu gua yang menyamar diantara celah dinding batu di abad prasejarah yang menjebak kelengahan mangsanya di depan matanya.

Dia tampak seperti laki-laki tanpa Ambisi tapi bukan Frustasi. Figurnya yang Slim Muscular mengingatkan ku pada seorang Aktor yang berperan sebagai Hercules di serial TV tahun 90-an,”Kevin Sorbo”, namun tampak lebih muda. Padahal Pria dengan type seperti ini bagiku tidak begitu menarik ketimbang pria yang sedikit gemuk dan gendut. Ironisnya sosok ‘Kevin’ yang satu ini telah menyingkirkan pikiran ‘skeptis’ku. Ketika Kelimanya berjalan ke arah kami. Aku

Advertisements