Apa itu ud?

g

ud adalah singkatan dari ugly duckling (Si Itik yang Buruk Rupa).

Apakah Anda Pernah Mendengar sebuah Dongeng anak-anak yang berjudul “Kisah si Itik Buruk Rupa” ini di masa Kecil Anda? Jikalau Belum, kira-kira seperti ini Kisahnya :

a beautiful story, winner of an Oscar in 1939

Nah sekarang Apa hubungannya Antara Cerita ini dengan Karakter wanita yang disebut UD ini? Pada “Kisah si Itik Buruk Rupa” Karakter Si UglyDuckling menginginkan pengakuan dari sang Bunda bahwa dirinya tidaklah berbeda dengan saudara-saudara lainnya yang memiliki rupa yang “cantik” dan suara yang “Indah” namun karena ia berbeda, Ia tidak mendapat pengakuan itu dan berusaha mengikuti apapun yang dapat membuat dirinya merasa diterima, sampai suatu waktu dia dapat menerima pengakuan yang sesungguhnya yaitu di terima oleh Keluarga Angsa dan menjadi Angsa Dewasa yang cantik di kemudian hari (versi yang terusan ini di temukan dalam Dongeng “Kisah si Itik Buruk Rupa” lainnya).

Sama seperti pengakuan yang diinginkan oleh si Itik Buruk Rupa tersebut, Wanita UD di dalam segi kehidupannya selalu ingin diakui sebagai mahluk yang cantik dan menarik. Mereka mendandani diri mereka dengan Kosmetik & Perawatan Wajah & Kulit yang bervariasi, mengenakan pakaian yang modelnya sedang Trend atau Unik (Lain dari pada yang lain), Bawahan, Sepatu serta melengkapi diri Mereka dengan Asesoris perhiasan yang beraneka ragam bentuknya dan bervariasi harganya.

Selain itu mereka selalu up to date terhadap urusan yang di sajikan oleh media massa (Internet, Majalah, TV), seperti Munculnya trend baru tentang fashion, alat-alat elektonik /gadget yang lux seperti Handphone baru dengan berbagai periferalnya, Berita / Gosip terbaru, Lagu-lagu terbaru,  mengetahui tempat nongkrong baru, tempat belanja baru, Mal, Cafe, Restoran, Pertokoan, Hotel, Club dan lain-lain.

Wanita UD memiliki kepekaan terhadap hal yang bersifat materialistik, mereka adalah Insan yang Komparatif (selalu membandingkan nilai (value) yang satu dengan nilai yang lain. Semua hal ini Mereka lakukan untuk menunjukan validasi bahwa Mereka adalah wanita yang bernilai tinggi (lagi-lagi di ukur atas penampilan dan materi yang mereka miliki). You Guys… Jangan pandang Mereka Remeh dan Tidak berarti pada saat di dekat Anda, Bila You guys demikian, Mereka akan marah dan merasa diri mereka di rendahkan. Itu sebabnya Juga mengapa Wanita UD pada saat “didekati” selalu saja bersikap “Jual Mahal “ ya..liat saja Tas-nya (purse), mungkin lebih mahal di bandingkan dengan harga Kaos yang Biasa Anda kenakan.

Wanita UD selalu di kelilingi Benda-benda yang Berlabel (Ber-Merk) untuk menambah nilai (value) Mereka. Bila Anda pernah Menonton Sebuah serial TV yang berjudul ” Sex and The City” . Itulah dunia ideal  Wanita UD yang penuh Freedom Of Choice (Kebebasan untuk memilih Apapun yang mereka ingin “jadi” & “miliki”).

Lucunya Bagi Saya dan AOI seorang Alumnus dari Hitmansystem Judul serial TV “Sex and The City” tersebut sebenarnya sangatlah ironis, karena Kisah didalamnya sebenarnya adalah  Kisah Para wanita yang Mendambakan 2L (Love and Label), tetapi Realita Kehidupan yang  sebenarnya tidaklah mudah untuk menyediakan apa yang sesungguhnya mereka butuhkan (Need) = Love (Cinta) dan Apa yang Mereka Inginkan (Wants) = Label (Barang-barang Berlabel/merk) , maka keinginan mereka tersebut “dipleset” kan menjadi “Sex and The City” (Sex & Kota Metropolitan) sebagai Metafora dari  Love and Label.

Kalau menurut suatu Media Di Ibukota Wanita UD adalah wanita yang disebut sebagai “Fun Fearless Female”. Slogan ini berbicara tentang Era Emansipasi Wanita yang menggantikan dominasi Kaum Lelaki yang semakin hari semakin semrawut gaya kepemimpinannya. Karakter Wanita UD yang diadaptasi dari Dongeng “Kisah si Itik Buruk Rupa” lainnya adalah sifat naluriah mereka yang suka ikut-ikutan, kalau berdasarkan istilah “marketing” nya Mr. KC see ini di sebut sebagai Society of Follower, sebuah budaya ikut-ikut-an yang secara naluriah di anut oleh sebuah kumpulan manusia dalam sebuah ruang lingkup sosial.

Pernahkah Anda membayangkan, mendengar atau melihat sendiri, Jika Ada sekumpulan wanita yang salah satunya ada keperluan hendak pergi ke kamar kecil / Toilet dan yang lain yang tidak ada keperluan malah “tiba-tiba jadi pingin” ke Toiletikut-ikutan” temannya itu. Kegiatan seperti ini di sebut mem-bebek” atau ikut-ikutan. Dan ini terjadi tidak hanya dalam hal ke Toilet saja, Dalam Hal Trend Juga Demikian, Para Wanita UD sangatlah mudah untuk ‘ter-provokasi’ Promosi Discount gede-gede-an di Pusat Pertokoan. Dan ikut-ikutan membelanjakan uang mereka hanya untuk terlihat “Up-to-date” dan Eksis sebagai seorang wanita modern meski barang-barang belanjaannya sendiri sangat kecil frekuensinya Mereka gunakan.

Guys..Ingatkah kata-kata ini di paragraf bagian atas “namun karena ia berbeda, Ia tidak mendapat pengakuan itu dan berusaha mengikuti apapun yang dapat membuat dirinya merasa diterima, sampai suatu waktu dia dapat menerima pengakuan yang sesungguhnya”. Nah Coba Anda renungkan, Adakah di sekitar Anda tinggal, sekolah atau bekerja anda menemukan wanita yang berupaya memperhatikan kecantikan dan penampilan serta melengkapi diri mereka dengan pakaian dan barang-barang yang “bagus” serta “bernilai” tapi ketika setelah beberapa saat mereka di persunting Oleh seorang Pria untuk Menjadi pasangan hidup dan berkeluarga, Mereka telah enggan untuk memperhatikan serta menjaga Kecantikan dan Penampilan mereka, dan membiarkan diri Mereka tampil apa adanya.

“sampai suatu waktu dia dapat menerima pengakuan yang sesungguhnya”. Nah Kesimpulan apa yang dihasilkan dari renungan Anda barusan? Apakah Ini semua telah menjawab pertanyaan di hati Anda selama ini tentang “Mengapa Wanita melakukan ini dan itu” berpetualang kesana-kemari dan melakukan hal-hal yang sifatnya sementara saja.

Itu Karena Wanita UD menginginkan Sosok Pria Sejati  sebagai Pelabuhan Terkhir-nya dan mau menerima Mereka Apa Adanya, meskipun mereka lupa bahwa Menjaga penampilan adalah “bukan tanggung jawab” sepenuhnya dari si Pria, melainkan tanggung jawab dari diri mereka sendiri sebagaimana layaknya kodrat wanita untuk merawat apapun dalam keluarga termasuk merawat penampilan Mereka.  Lalu Bagaimana Dengan Anda Guys? Anda-kah Pria sejati tersebut?

Penjelasan:

Ugly duckling / Si Itik Buruk Rupa disini tidak berarti bahwa Wanita UD adalah Wanita yang buruk rupa (secara fisik) tetapi maksudnya adalah penyerupaan / Metafora karakter yang diadaptasi dari dongeng tersebut. Jadi Cantik atau tidaknya seorang wanita secara mental & fisik tetap dapat di kategorikan dalam Type Wanita UD bila memiliki sifat & karakteristik yang telah disebutkan di atas.


Apa saja sifat yang diwakili?

g

Sudah atau Belum Berpengalaman tentang Sex, Topeng Sosial, Krisis Kepercayaan Diri, Budaya Ikut-ikutan/ Trend follower, Mental Ketergantungan/Addicted , Obsesif, Asertif, Pencarian Jati Diri, Peer Pressures, Antusias terhadap Karir, Oportunis, Kritis, Gaya Hidup Glamour, Fashionable , Modis &Stylish, Ambisius, Feminisme, Shopping Bug (Budaya Berbelanja), Value Oriented, Materialistic.

Siapa sajakah Mereka?

f

SPG, Mahasiswi, Pekerja dan Wanita karir Kelas Medium, Wirausahawati muda, Seorang pacar, Pelajar Sekolah Kursus, wanita Simpanan, Istri ke-2.

<h3 style=”text-align:justify;”><span style=”color:#99cc00;”>Sifat yang diwakili : </span></h3>
<p style=”text-align:justify;”>Tahu cara menempatkan diri dalam sosial, punya nilai-nilai &amp; prinsip yang cukup kuat,<strong> kooperatif</strong> dengan pasangan, setia, penyayang, tabah &amp; tegar terhadap masalah, hemat, <strong>Spirituil</strong>, <strong>Suportif</strong>, cukup bersosialisasi, asertif, <em>flexible</em>, <em>feminis</em>, ke-Ibuan, dewasa &amp; matang , Harmonis.</p><h3 style=”text-align:justify;”><span style=”color:#99cc00;”>Mereka adalah : </span></h3>
<span style=”color:#99cc00;”><img class=”alignright size-full wp-image-211″ title=”4Blog_td_002″ src=”https://lovesinners.files.wordpress.com/2010/03/4blog_td_002.png&#8221; alt=”” width=”221″ height=”221″ /></span>
<p style=”text-align:justify;”>Istri / calon istri yang patuh pada pasangan, kekasih/ pacar yang baik, Ibu rumah tangga yang matang &amp; dewasa, Rohaniwati, mitra bisnis pasangannya.</p>
Advertisements